Latest Post

Penulis : Muhamad Yudha Al-Fikri
Timur Tengah memang selalu jadi incaran dari semua pihak untuk melakukan konspirasi dengan berjuta alasan. Fitnah yang selalu disebarkan oleh kaum salibis Barat terhadap Timur Tengah tak akan pernah habis. Termasuk yang ada di Syiria. Dengan agenda untuk merusak tatanan kehidupan bermasyarakat antara sesama kaum Muslim, Syiah dan Sunni.

Pada saat Asad Presiden Syiria melakukan bombardir terhadap para pemberontak maka Amerika dan Israel tidak ada tindakan sama sekali seakan sikap yang dilakukan oleh Asad itu disetujui oleh mereka. Orang orang banyak dibunuh, perempuan diperkosa, anak anak dibakar hidup hidup oleh tentara Asad dan PBB diam seribu bahasa dengan dalil itu masalah internal negara Syiria, jadi kami tidak ikut campur dalam masalah itu.


Tapi kalau lihat di Libia atau di Sudan yang banyak minyak bumi dan gas. Mereka seakan menjadi Superman siap membantu kapan pun diperlukan karena Amerika negara super power. Sebab kenapa mereka mengutamakan Libia dari pada Syiria.

1- Libia kaya minyak dan Syiria kurang minyak
2- Libia yang dipimpin Muammar Qadafi musuh utama Amerika dan Israel
3- Sebab Syiria dipimpin oleh Syiah, kalau Amerika menurunkan tentaranya maka Iran akan turun tangan dalam membela Syiria
4- Di Damaskus ada kantor Hizbullah – maka kalau mengancurkan Damaskus itu sama juga mengajak perang Hizbullah
Jadi banyak kepentingan dibalik itu, bukan tanpa ada keinginan yang besar dari semua yang diberikan oleh Barat. Tidak ada yang gratis dalam dunia politik semua penuh dengan bayaran.
Untuk kasus Libia dengan sekejap mata saja Muammar Qaddafi mati atas bantuan Amerika dan Nato.

Tapi revolusi yang tidak ada bantuan Amerika seperti Syiria itu sampai kapan pun masih akan terus berjalan. Amerika akan tidak ambil peduli dengan semua itu, biarkan Sunni dan Syiah terus berperang, bukankah itu membuat mereka suka? Bukankah Barat senang dengan semua ini?!
Di sana bukan lagi perang mengatasnamakan revolusi tapi sudah masuk perang antara agama, agama apa?
Ya sunni dan Syiah itu seperti agama.

Bukan lagi kelompok tapi seperti agama, walaupun mereka bersaksi bahwa Allah adalah yang hak disembah. Cuma begitulah sifat fanatik yang dimilik oleh 2 kubu umat Islam ini.
Yang menyebabkan semuanya diperdebatkan dari masalah agama sampai masalah sosial bahkan kepemimpinan. Negara Timur Tengah itu sibuk dengan kehidupan negara masing masing, tidak ada namanya persatuan Arab yang dulu selalu didengungkan.

Sekarang hanya kosong, sebab Arab bukanlah sesuatu halangan buat mereka. Liga Arab itu mandul, organsisasi persatuan Arab. Organisasi persatuan Islam dunia(OKI ).
Itu kurang nampak dipermukaan, kurang ada peran yang signifikan untuk kemajuan Islam.
Dunia lebih kenal dengan peran ASEAN dari pada OKI atau Liga Arab.
Kalau OKI dan Liga Arab dibudayakan dan adanya konsolidasi yang kuat insya Allah Timur Tengah akan ada kemajuan, Cuma kalau kita lihat sekarang, tiap pemimpin bangsa Arab sibuk dengan bisnisnya, sibuk dengan kekuasannya.

Contoh : Arab Saudi sebagai pengexport utama minyak dunia dan Iran pengexport terbesar ke dua dunia, negara negara ini suka tidak sejalan dalam sistem perpolitikannya.
Padahal 70% cadangan minyak dunia itu ada di negara negara Islam.

Tapi semua tidak bersatu, semua ego dengan kehidupan negara masing masing. Menjaga jabatannnya lebih penting berbanding menjaga darah yang mengalir di negara Palestina dan Syiria. Kita tidak tahu sampai kapan darah itu akan berhenti, ketidakpastian dunia membuat tertekan bagi mereka yang merasakan derita pembantaian.
Hanya doa yang bisa kita berikan ke saudara kita di Syiria. Moga mereka bisa tabah dan sabar menjalani ujian Allah ini.
Amin.

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Penulis : Muhamad Yudha Al-Fikri

Proses perjalanan politik Timur Tengah terus memanas mencari arti dari kebenaran dari sudut yang berbeda dan memberi makna dari tersimpannya kebohongan. Mesir negara yang punya pengaruh besar di kawasan, mempunyai daya tarik yang sangat mahal di mata musuh atau pun sekutunya. Dan Mesir mempunyai sungai Nil yang menghidupkan benua Afrika, ada Terusan Zues dimana ada sumber ekonomi yang luar biasa. Punya peradaban yang besar, sejarah yang memukau, peninggalan bangsa bangsa terdahulu yang masih ada sampai sekarang sebagai bukti akan majunya Mesir pada waktu itu.

Kalau kita lihat politik Mesir maka yang tergambar dalam benak kita adalah kediktatoran – kerakusan – korupsi -. Birokrasi yang rusak dan negara tidak bersistem membuat Mesir menjadi salah satu negara tertinggal di Dunia.

Kebosanan rakyat Mesir terhadap undang undang yang ada di Mesir yang selalu memarginalkan golongan miskin dan tidak mempedulikan mereka adalah ciri khas dari sistem yang ada di Mesir. Rakyat Mesir terkenal dengan penghapal Quran yang banyak – pengajian Islam dimana mana. Tapi, tidak bisa banyak bergerak di bawah pemerintah yang otoriter yang selalu bergerak di bawah naungan Amerika dan sekutunya.
Padahal rakyat Mesir kebanyakan dari mereka tidak menyukai Amerika dan membenci Israel, tapi pemerintah Mesir masih saja terus berusaha mengemis dan meminta bantuan terhadap mereka. Menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dan memperkokoh perjanjian camp david yang dimana perjanjian itu sangat merugikan Mesir.

Demi menjaga kehancuran negara maka Mesir memberanikan diri untuk melakukan pinjaman di Washington. Mesir telah meminta Bank Dunia memberi pinjaman sebesar US$1 miliar untuk membantu membangun kembali perekonomian.
Dana itu untuk membantu kekurangan fiskal dalam upaya pemulihan dari pergolakan politik setahun terakhir. Setelah penggulingan Husni Mubarak pada Februari 2011, gejolak berlanjut di jalanan memusnahkan banyak sektor pariwisata, sektor pendapatan penting negara dan merusak sektor bisnis.

Utang yang besar itu apakah Presiden yang akan terpilih nanti bisa melunasi utang utang itu dengan berbagai kebijakan yang jitu dan tepat. Atau Presiden yang akan datang ini malah membuat Mesir tambah hancur?!
Penulis pernah bertanya kepada penjual roti, " apa yang anda harapkan dari Presiden yang baru nanti?
Maka dia pun menjawab, " Saya ingin Mesir ini berubah menjadi lebih baik lagi, Mesir ini ada Terusan Suez sumber ekonomi yang besar. Tapi kenapa rakyat masih miskin, Mesir banyak gas tapi kenapa masih kurang gas di dalam negeri, tiada lain disebabkan export gas Mesir ke Israel. Kami ingin merubah sistem yang rusak itu dan mengganti semua generasi lama dengan para pejuang revolusi". Tuturnya.

Memang yang memantau perkembangan ini bukan hanya rakyat Mesir tapi seluruh dunia, sebab Mesir adalah negara strategis yang ada di Timur Tengah tentu punya magnet yang besar. Dan rakyat Palestina yang sangat menantikan pemilihan Presiden ini. Rakyat Palestina sangat memberikan dukungannya terhadap Muhamad Mursi sebagai Presiden Mesir. Sebab sosok Muhamad Mursi sangat bisa diharapkan untuk perjuangan Palestina dibandingkan dengan Ahmad Syafiq. itulah anggapan mereka terhadap tokoh yang telah diusung oleh Ikhwanul Musliminin ini. Dan Presiden Mesir Mahmud Abbas mengatakan, " Palestina tetap menghormati pemilihan Presiden di Mesir.

Kalau dari kubu Ahmad Syafiq, Di balik pemilihan Presiden itu tersirat pertanyaan mengenai stabilitas di Mesir dan sekitarnya. Selama berpuluh tahun, kawasan Timur Tengah diwarnai persaingan Israel-Palestina di Jalur Gaza. Memasuki dekade 2010, situasi memanas dengan adanya masalah nuklir Iran. Bila kemenangan jatuh ke tangan Shafiq, posisi Mesir akan tetap seperti yang dilakukan di era Mubarak.

Pada masa Mubarak berkuasa, Mesir menjalin akta perdamaian dengan Israel. Sejak 1979, strategi kawasan Israel pun senantiasa berlindung kepada Mesir, termasuk suplai gas hingga 40% untuk negara Yahudi tersebut. Bila Shafiq menang, berarti pemimpin Palestina akan tetap mengalami kesulitan. Itu semua opini yang tersebar dikalangan rakyat Palestina.

Hamas berharap Mesir di bawah kepemimpinan Mursi bakal mengurangi boikot ekonomi Israel di Gaza. Kubu itu pun percaya Ikhwanul Muslimin akan memegang penuh kontrol di Kairo. "Kelompok Islam di Palestina melihat masa depan mereka terkait erat dengan kemenangan Mursi.
Memang salah satu keunggulan rezim pemerintahan Mubarak di mata Israel adalah keberhasilan rezim itu menerapkan blokade terhadap Gaza. Rezim Mubarak menutup jalur perlintasan langsung ke Mesir meski sangat dibutuhkan warga Gaza untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dalam mengatasi boikot yang diterapkan Israel. Israel menuding perlintasan Palestina-Mesir merupakan jalur utama penyelundupan senjata untuk melawan mereka.

Para pengamat pun menilai seandainya Mursi memenangi pemilihan Presiden Mesir, ada kemungkinan Mesir keluar dari kesepakatan damai dengan Israel. Selama ini, Israel telah mendapat banyak keuntungan dari perjanjian yang diteken Presiden Mesir Anwar Sadat dan PM Israel Menachem Begin di Washington DC Amerika Serikat pada 26 Maret 1979 tersebut.

Dengan perjanjian itu, Israel bisa memangkas anggaran militer besar-besaran. Perjanjian tersebut juga banyak membantu mereka dalam menangani konfrontasi dengan Palestina. Selama revolusi Mesir berlangsung, perjanjian itu menjadi tidak menentu. Apalagi, sepanjang kampanye pemilihan presiden, hampir seluruh kandidat melontarkan kampanye kebencian terhadap negara Yahudi itu.
"Beberapa pihak berpikir Ikhwanul Muslimini akan menjadi lebih pragmatis ketika memegang kekuasaan. Tapi itu masih diragukan. Kami lebih memilih rezim lama yang direpresentasi Shafiq," ujar pemimpin Pusat Kajian Strategis Begin-Sadat Universitas Bar-Ilan, Efraim Inbar.

Mantan diplomat Israel Oded Eran menyebut akan muncul kesepakatan baru bila sosok Ikhwanul Muslimin memenangi pemilihan Presiden di Mesir. "Bila kerja sama terus berjalan pun tidak akan menghilangkan sentimen anti-Israel yang sudah menyebar di Mesir," tukas Eran.
Adapun analis lainnya ada yang berpendapat kemenangan Ikhwanul Muslimin dalam pemilihan Presiden di Mesir akan memperburuk perang dingin antara Mesir-Israel. Jadi banyaknya persepsi dari para pengamat tentang kelebihan dari Mursi dan Syafiq dan kekurangannya, tentunya rakyat Mesir lebih mengetahui, siapa yang berhak memimpin negaranya.

Rakyat Mesir sangat phobia dengan rezim lama atau orang orang yang bergerak di rezim lama. Sebab Itulah sebagian rakyat Mesir mengatakan sistem yang lama wajib diganti oleh rezim baru. Bahkan Sayyid al-Affany, sekretaris Jenderal Partai Nur di Beni Suef, Mesir mengatakan : " Bahwa penerapan hukum buatan manusia di Mesir bertujuan untuk menerima nilai-nilai dan hukum Barat yang bertentangan dengan hukum Islam dan tradisi Mesir, dimana hukum tersebut memungkinkan orang melakukan perselingkuhan dan kemurtadan.

Sistem yang rusak akan menyebabkan negara yang rusak, rakyat Mesir tidak bisa berbuat banyak apalagi pemerintah yang mempunyai sifat otoritarian. "Nasi sudah jadi bubur " itulah pepatah yang sesuai buat Mesir sekarang. Hanya saja generasi yang dipimpin oleh gerakan Ikhwanul Muslimin dan Salafi tidak tinggal diam untuk merubah Mesir menjadi lebih baik. Gerakan Islam sudah mulai memandang bahwasanya politik mesti dikuasai supaya terhindar dari intimidasi dari pemerintah yang takluk di bawah kekuasaan Amerika.

Sebelumnya Salafi mengharamkan berpolitik tapi disebabkan sudah saatnya Salafi juga turun ke dunia politik karena sudah tidak tahan dengan undang undang yang ada diparlemen yang merusak akidah umat Islam. Maka Ikhawanul Muslimin dan Salafi menjadi suatu kekuatan yang besar buat kemajuan Islam di Mesir.

Penulis : Muhamad Yudha Al-Fikri

Tiap darah yang mengalir di dalam nadi kita punya aliran yang berbeda ; walau nampak sama. Dalam diri seorang pejuang, pemberani, pahlawan ada aliran yang begitu kuat dan begitu cepat – tidak seperti pemalas, penakut yang tak punya getaran itu.

Pejuang akan ada bersama masa yang dilalui – pejuang seorang yang bisa memberikan waktunya lebih dari orang biasa di zamannya. Tapi, banyak di antara kita masih suka mengikuti waktu – berjalan bersamanya – bukan merubahnya melainkan tergelincir karenanya.

Ada yang mengaku pejuang dan ada pula yang tidak merasa sebagai pejuang tapi dia adalah seorang pejuang.
Kita lahir sama seperti orang yang lain – keluar dari rahim seorang ibu. Cuma kita berbeda dari sisi cita cita dan prinsip hidup.

Cita cita bisa merubah semua, cita cita bisa memberikan inspirasi dalam sebuah perjuangan.
Orang tanpa cita cita, Buta. Mimpilah setinggi tingginya- sebab mimpi bukanlah kesalahan.
Tiap kita boleh bermimpi dengan jutaan harapan. Ada orang yang terlena dengan berbagai kemanjaan yang ada disekitarnya, semua serba ada.

Tidak memikirkan orang lain dalam tiap nafasnya, tidak peduli terhadap kemiskinan tetangganya. Itu bukanlah pejuang.

Pejuang selalu memperjuangkan nasib orang miskin – memperjuangkan mimpi yang ada di dalam fikirannya. Pejuang tak akan mati oleh sindiran orang, hinaan orang.

Pejuang akan terus bergerak, tidak hidup statis dengan arah yang sama.
Dia akan merubah zaman, keberadaanya menjadi inspirasi buat yang lain. Pembakar jiwa yang lusuh- penyemangat hati yang mati.

Tapi, pejuang itu tidak banyak.

Kalau kita lihat di sekeliling kita, pejuang itu hanya segelintir orang saja.

Hidup dalam tekanan – hidup dalam ancaman dan hidup penuh ambisius.

Kalau kita lihat sejarah, bagaimana Nabi Muhamad memperjuangkan risalah Islam itu?
Diancam – di siksa – ditawarkan seluruh jabatan istimewa – digoda dengan harta, wanita.
Tapi Nabi terus berada di jalan yang sama – tidak menoleh dan tidak berubah dalam jalannya. Kalau sekarang?!

Perjuangan perlu pengorbanan – perjuangan harus punya semangat yang luar biasa – perjuangan mesti punya cita cita. Jadilah kita pejuang – yang menjadikan zaman ini bergerak dan berputar bersama jalan yang dilalui oleh kita. 

Selamat mencoba.

Oleh: Ekta Yudha Perdana

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.