Latest Post

Penulis : Muhamad Rifqi Ar-Riza

Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam bukunya Lathâif al-Ma'ârif menuliskan; "salah satu tanda diterimanya ibadah adalah saat kita diberi taufik untuk melaksanakan ibadah lainnya, sebagaimana pahala suatu amal baik adalah terlaksananya amal baik lainnya. Sedangkan jika sesorang berbuat keburukan setelah sebelumnya beramal soleh, maka hal itu adalah tanda tidak diterimanya amal tersebut".

Kata hikmah dari Ibnu Rajab ini hendaknyakita camkan dalam diri, terlebih di bulan syawwal ini. Saat kita berjibaku dengan diri kita sendiri maupun dengan bisikan setan, untuk istiqamah solat berjamaah, melakukan puasa syawwal, dan ibadah-ibadah vertikal lainnya.

Betapa tidak, bulan syawwal benar-benar adalah even fit and proper test, apakah kita telah lulus pada 'madrasah ramadhan' kemarin? Atau kita hanya ikut arus, mengekor kepada suasana, kemudian limbung kembali (?). Na'ûzubillah min zâlik

Puasa Syawwal

Ibadah terdekat yang dapat kita lakukan adalah puasa syawwal. Ia berjumlah 6 hari, boleh dilaksanakan berturut-turut setiap hari maupun tidak. Niatnya pun dapat digabung dengan niat puasa senin-kamis maupun puasa biedh (pertengahan bulan hijriah), jika momen pelaksanaannya sedang bersamaan.

Jika kita masih punya tanggungan puasa ramadhan –khususnya perempuan-, maka seyogyanya kita dahulukan qadha ramadhan sebelum melaksanakan puasa syawwal. Walaupun sebagian ulama membolehkan untuk mengakhirkannya, tapi lebih baik kita mendahulukanya sebelumpuasa Syawwal. Karena bagaimanapun, hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar terlebih dahulu.

Puasa syawwal ini sangat utama. Rasulullah Saw menyampaikan bahwa puasa ramadhan yang digabung dengan puasa syawwal, pahalanya dapat menyamai pahala puasa seumur hidup, jika ia rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Disamping itu, menurut Ibnu Rajab, puasa syawwal juga dapat berfungsi seperti solat rawatib (sebelum dan sesudah solat fardu), yaitu sebagai amalan sunah yang dapat menyempurnakan amalan fardu.

Solat Malam

Solat malam atau yang biasa disebut qiyâm al-lail dengan rutin kita lakukan di bulan ramadhan. Lebih-lebih, Nabi Saw telah mengabarkan bahwa orang-orang yang rutin melakukan qiyâm pada malam ramadhan, maka Allah Swt. akan memngampuni semua dosanya (dosa kecil)yang telah lalu.

Setidaknya, mayoritas malam bulan Ramadhan telah kita isi dengan solat taraweh, bahkan pada sepuluh akhir, banyak dari kita yang menambahnya dengan solat tahajud di akhir malam. Tidak lain adalah untuk menggapai anugerah lailatul qadar.

Maka dari itu, jika setelah ramadhan pergi, kemudian kita seperti lupa ingatan dengan keutamaan solat malam, ada yang harus dipertanyakan dengan kualitas niat kita dalam beribadah. Apakah kita beribadah kepada pahala dan keberkahan ramadhan atau kepada Tuhan yang menciptakan keberkahan ramadhan?Ini adalah tanda tanya besar yang harus kita jawab bersama.

Tilawah

Ritual ibadah vertikal lainnya yang rutin ada dan diadakan pada bulan ramadhan adalah tilawah al-Quran, atau biasa disebut dengan 'tadarus'. Pada bulan ramadhan, setiap individu dari kita biasanya menargetkan untuk mengkhatamkan al-Quran, minimal sekali. Tapi tidak sedikit yang diberi taufik-Nya untuk khatam 2, 3, dan 4 kali dalam satu bulan ramadhan. Bahkan banyak kisah inspiratif para sahabat maupun para aimmah yang dapat mengkhatamkan baca al-Quran dalam seminggu, 3 hari, sehari, bahkan semalam suntuk!

Tentu kita tidak usah memaksakan diri (jika memang belum terbiasa) untuk melakukan apa yang mereka lakukan, karena dalam amalan sunah, kaedahnya adalah Innallah lâ yamallu hattâ tamallû (Allah tidak akan bosan –dengan ibadah kita-, sampai kita sendiri yang bosan). Tapi kita juga tidak lantas bermalasan melakukan kesunahan, karena Allah akan lebih dekat kepada orang-orang yang banyak melakukan amalan sunah (hadis qudsi).

Maka jika pada bulan ramadhan kita dapat mengkhatamkan al-Quran (minimal sekali), sangat memalukan jika kita tidak dapat melakukannya kembali pada 11 bulan setelahnya.

Pada akhirnya, mari kita jaga ibadah wajib maupun sunah yang telah kita laksanakan di bulan ramadhan. Dalam kewajiban, kita harus tetap istiqamah (dalam jumlah dan praktek) apapun keadaanya. Sedangkan dalam kesunnahan,kita dapat sesuaikan dengan kondisi, tapi tetap harus berusaha untuk istiqamah. Karena sebaik-baika amalan adalah yang berkesinambungan, walaupun sedikit –kuantitasnya-.

Karena bisa jadi hari ini adalah kesempatan terakhir kita untuk berbekal, mempersiapkan jawaban yang baik saat bertemu dengan-Nya kelak.

Wallahu A'lam bi al-Shawâb

Membuat Tab View Widget Kategori Mantab Banget
Kali ini saya akan membuat satu lagi tutorial mengenai salah satu fitur yang ada pada template Johny Sompret Banget, yaitu membuat tab view widget per kategori. Sebelumnya saya juga pernah membahas cara membuat simple tabber pada sidebar. Ya rencananya saya nanti akan membuat semua tutorial tentang berbagai fitur yang ada pada template-template buatan saya. Tidak ada yang mesti dirahasiakan, semua fitur akan saya jelaskan satu persatu cara pembuatannya, sehingga ke depannya diharapkan Anda mampu membuat template sendiri, syukur bisa dibagikan kepada teman-teman blogger yang lain atau minimal dipakai sendiri. Dan siapa tahu setelah itu ada yang mau menjadi partner saya dalam membuat template blogger atau paling tidak membuat sebuah tutorial baru untuk bisa dibagikan kepada pengguna blogger, karena selama ini saya bekerja sendirian, bikin tutorial sendiri, bikin template juga sendiri, jadi kalau ada yang mau bantu, silahkan saya sangat berterima kasih sekali.


Kembali ke tutorial tab view widget per kategori, widget ini menampilkan 4 post dengan thumbnail dalam tiap satu label atau kategori, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah, dan klik demo biar lebih jelas.







Langsung saja pada cara membuatnya :

  1. Pertama Anda meesti login ke blogger dengan akun Anda
  2. Kedua pilih blog yang ingin anda tambahkan slider ini.
  3. Setelah itu masuk ke template >> Edit HTML, kemudian centang expand widget templates
  4. Untuk berjaga-jaga jika terjadi kesalahan dalam pengeditan nantinya, sebaiknya backup dulu template anda.
  5. Setelah semua langkah diatas anda lakukan, letakkan kode berikut ini diatas kode ]]></b:skin> :

    #tabber-wrapper{width:640px;float:left;word-wrap:break-word;overflow:hidden}

    ul.tab-view{float:left;list-style:none;height:32px;border-bottom:1px solid #aaa;border-left:1px solid #aaa;width:638px;margin:0;padding:0}

    ul.tab-view li{float:left;height:31px;line-height:31px;border:1px solid #aaa;border-left:none;overflow:hidden;position:relative;background:#eee;margin:0 0 -1px;padding:0}

    ul.tab-view li a{text-decoration:none;color:#26231c;display:block;border:1px solid #eee;outline:none;font-weight:700;padding:0 15px}

    html ul.tab-view li.active,html ul.tab-view li.active a,html ul.tab-view li.active a:hover{background:#eee;color:#026ab5;border-bottom:1px solid #eee}

    .tab-wrapper{border:1px solid #aaa;border-top:none;overflow:hidden;clear:both;float:left;width:638px;background:#eee;margin-bottom:15px}

    .tabber{padding:10px 0}

    .tabber .column{float:left;display:inline;width:146px;margin:0 0 0 11px}

    .tabber h2{font:bold 12px Arial;line-height:15px;margin:7px 0 5px}

    .tabber h2 a{color:#222}

    .tabber h2 a:hover{color:#026ab5}
    Karena pada blog demo yang saya gunakan lebar main-wrapper (kolom postingan) adalah 640px maka untuk membungkus tab view widget lebarnya harus sama, yaitu 640px. Anda bisa sesuaikan dengan lebar main-wrapper pada template yang Anda gunakan.

    Dan untuk tab viewnya sendiri lebarnya harus dikurangi 2px (1px kanan dan kiri), karena tab ini dibungkus dengan border setebal 1px, sehingga lebarnya menjadi 638px. Lebar tiap satu post disini 146px, jika pada template yang Anda gunakan lebar main-wrapper lebih kecil, maka lebar untuk satu post ini pun juga harus diperkecil sehingga jarak antara bagian sisi kanan dan kiri sama.
  6. Langkah selanjutnya masih pada posisi Edit HTML, masukkan kode berikut ini diatas kode </head> :

    <script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

    <script src='https://masolis-javascript.googlecode.com/svn/trunk/tabview.js' type='text/javascript'/>

    <script type='text/javascript'>

    //<![CDATA[

    imgr=new Array();imgr[0]="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWZvBE4JIJHPdTqnlXgEuTPdqa9ZK1jE9I3RFjX-Y3l4arvX662z2V462F09I22dACHKLIDj-EDIZtpD4QCr17L1DnuK42EaUomUQsgZDoCJt2oMOr5IF_b8x7JF9AaqccBds6rCkbOzQ/s1600/no+image.jpg";showRandomImg=true;aBold=true;summaryPost=80;numposts=4;Title1="Norah Jones";Title2="Diana Krall";Title3="Sting";Title4="Basia";Title5="Sade";Title6="Jamie Cullum";function removeHtmlTag(strx,chop){var s=strx.split("<");for(var i=0;i<s.length;i++){if(s[i].indexOf(">")!=-1){s[i]=s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length)}}s=s.join("");s=s.substring(0,chop-1);return s}function showrecentposts(json){j=(showRandomImg)?Math.floor((imgr.length+1)*Math.random()):0;img=new Array();for(var i=0;i<numposts;i++){var entry=json.feed.entry[i];var posttitle=entry.title.$t;var pcm;var posturl;if(i==json.feed.entry.length)break;for(var k=0;k<entry.link.length;k++){if(entry.link[k].rel=='alternate'){posturl=entry.link[k].href;break}}for(var k=0;k<entry.link.length;k++){if(entry.link[k].rel=='replies'&&entry.link[k].type=='text/html'){pcm=entry.link[k].title.split(" ")[0];break}}if("content"in entry){var postcontent=entry.content.$t}else if("summary"in entry){var postcontent=entry.summary.$t}else var postcontent="";postdate=entry.published.$t;if(j>imgr.length-1)j=0;img[i]=imgr[j];s=postcontent;a=s.indexOf("<img");b=s.indexOf("src=\"",a);c=s.indexOf("\"",b+5);d=s.substr(b+5,c-b-5);if((a!=-1)&&(b!=-1)&&(c!=-1)&&(d!=""))img[i]=d;var month=[1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12];var month2=["Jan","Feb","Mar","Apr","May","Jun","Jul","Aug","Sep","Oct","Nov","Dec"];var day=postdate.split("-")[2].substring(0,2);var m=postdate.split("-")[1];var y=postdate.split("-")[0];for(var u2=0;u2<month.length;u2++){if(parseInt(m)==month[u2]){m=month2[u2];break}}var daystr=day+' '+m+' '+y;var trtd='<div class="column"><a href="'+posturl+'"><img width="146" height="95" src="'+img[i]+'"/></a><h2><a href="'+posturl+'">'+posttitle+'</a></h2><p>'+removeHtmlTag(postcontent,summaryPost)+'...</p></div>';document.write(trtd);j++}}

    //]]>

    </script>
    Keterangan :

    Perhatikan URL script warna biru diatas, itu adalah kode script jQuery.min.js seri terbaru yang saya gunakan untuk membuat tab view widget. Jika pada template Anda sudah terdapat jQuery.min.js walaupun serinya berbeda, kode warna biru diatas tidak perlu lagi Anda masukkan. Cukup satu jQuery.min.js yang ada di template, terserah mau seri berapa, kalau bisa versi yang terbaru.
    Tulisan warna merah : Norah Jones, Diana Krall dan seterusnya adalah judul untuk tab view widget, anda bisa ganti sesuai katehori yang ingin ditampilkan pada widget tersebut. Warna biru (146 dan 95) diatas adalah ukuran lebar dan tinggi thumbnail pada satu post kategori, silahkan ukurannya disesuaikan.
  7. Kemudian masukkan kode berikut sebelum kode </body> :

    <script type='text/javascript'>

     //<![CDATA[

    jQuery(document).ready(function(){$(".tabber").hide();$("ul.tab-view li:first").addClass("active").show();$(".tabber:first").show();$("ul.tab-view li").click(function(){$("ul.tab-view li").removeClass("active");$(this).addClass("active");$(".tabber").hide();var activeTab=$(this).find("a").attr("href");$(activeTab).fadeIn();return false})});

     //]]>

    </script>
  8. Langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menempatkan tab view widget tersebut pada blog kita. Jika Anda ingin meletakkan pada bagian atas sebelum post seperti pada demo, cari kode <div id='main-wrapper'>, kemudian letakkan kode berikut ini dibawahnya :
    <div id='tabber-wrapper'>

    <ul class='tab-view'>

    <li><a href='#tab1'><script>document.write(Title1);</script></a></li>

    <li><a href='#tab2'><script>document.write(Title2);</script></a></li>

    <li><a href='#tab3'><script>document.write(Title3);</script></a></li>

    <li><a href='#tab4'><script>document.write(Title4);</script></a></li>

    <li><a href='#tab5'><script>document.write(Title5);</script></a></li>

    <li><a href='#tab6'><script>document.write(Title6);</script></a></li>

    </ul><div class='clear'/>

    <div class='tab-wrapper'>

    <div class='tabber' id='tab1'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Norah Jones Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='tabber' id='tab2'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Diana Krall?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='tabber' id='tab3'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Sting?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='tabber' id='tab4'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Basia?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='tabber' id='tab5'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Sade Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='tabber' id='tab6'>

    <script>

    document.write(&quot; &lt;script src=\&quot;/feeds/posts/default/-/Jamie Cullum Lyrics?max-results=&quot;+numposts+&quot;&amp;orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=showrecentposts\&quot;&gt;&lt;\/script&gt;&quot;);

    </script></div>

    <div class='clear'/>

    </div></div>
    Tulisan warna merah pada kode diatas adalah label atau kategori yang saya tampilkan pada tab view widget, silahkan ganti dengan label Anda sendiri dan sesuaikan dengan judul tab view pada langkah nomer 6 diatas. Dan jika Anda ingin menampilkan widget ini di bawah postingan, letakkan kode tersebut diatas kode berikut ini (jika tidak ada cari yang mirip) :

    <!-- spacer for skins that want sidebar and main to be the same height-->
    <div class='clear'>&#160;</div>

    </div> <!-- end content-wrapper -->
  9. Terakhir, save templates dan lihat hasilnya. 
Nah itu tadi tutorial membuat tab view widget yang banyak ditanyakan oleh teman-teman blogger pada artikel sebelumnya. Silahkan dicoba, jika masih ada yang kurang jelas silahkan tinggalkan pesan di kotak komentar. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Sumber

 
Republik Islam Iran menilai gerakan perlawanan Palestina sebagai sesuatu yang berakar dari ajaran Islam. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Saeed Jalili menyatakan hal itu dalam pertemuan dengan Pejabat senior Hamas Mahmoud az-Zahar, yang sedang berkunjung ke Teheran, Kamis (6/9).

“Republik Islam Iran belum mengubah sedikitnya sikapnya mengenai masalah Palestina dan gerakan perlawanan Palestina,” katanya.

Saat merujuk kepada Kebangkitan Islam (Arab Spring) di dunia Islam sebagai peluang bagi umat muslim, Jalili menyatakan semua gerakan kebangkitan Islam memiliki kesamaan dengan masalah Palestina dan menghadapi rezim Zionis.

“Kebencian melalui penciptaan pertikaian akan menghalangi konsensus di kalangan umat Muslim,” katanya, Jumat (7/9).

Menurutnya, akibat kegagalan musuh dalam menghalangi kemajuan diplomatik, pihak asing kini berusaha menghalangi peralihan contoh keberhasilan Republik Islam Iran mengenai kemajuan dan pembangunan yang berkesinambungan kepada negara lain.

Dia menggambarkan upaya sia-sia oleh sebagian negara asing dalam menyebarkan Islamfobia sebagai berasal dari kepopuleran luar biasa agama Islam di kalangan negara yang berbeda.

Utusan Hamas Mahmoud az-Zahar mengatakan perlawanan Islam adalah bagian tidak terpisahkan dari kepercayaan orang Palestina dan itu tidak akan pernah berubah atau tergantikan.


Saat merujuk kepada kesatuan dan kedaulatan Palestina, pejabat senior Hamas itu mengatakan seluruh Palestina “adalah tanah kami dan kami takkan mundur sekalipun hanya sejengkal dari tanah kami.

sumber :klik

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.