Latest Post

Penulis : Muhamad Yudha Al-Fikri

Agama itu membuat ketenangan dan mengajarkan kasih sayang. Tapi kenapa di dalam agama adanya kebencian? Nabi Muhammad. s.a.w. orang yang mulia. Hinaan mulai datang selepas wahyu turun kepadanya. Cercaan yang tak berhenti walau beliau sudah tiada. Islam agama kasih, agama suci. Sekarang telah ramai demo di mana - mana, di penjara Athena, Sudan, Libia, Indonesia, Malaysia, Yaman, Mesir, semua menuntut Amerika untuk menghukum pembuat filem,
" Innocence of Muslim, ". 

Tapi itu hanya tuntutan tanpa eksekusi. Amerika tidak bisa menghukum pembuat filem itu disebabkan kebebasan bersuara sangat dijaga oleh kongres di Amerika. Jadi siapa pun terhindar dari hukum kalau sudah masuk ruang ekspresi walau pun itu menyakitkan orang banyak, terkhusus umat Islam. Nabi yang mulia dihinakan di bawah satu bendera,
" kebebasan berekspresi,". 

Mereka tidak menghormati hati umat Islam yang terlukai oleh filem yang memalukan itu. Umat Islam selalu diprovokasi supaya marah. Semakin umat Islam marah maka mereka semakin senang. Sebab tujuan mereka adalah membuat dunia Islam terpancing atas konspirasi yang mereka suka lakukan, dari karikatur Nabi sampai membuat filem.

Umat Islam tidak bisa berbuat banyak, hanya mengutuk dan berdemo. Sebab umat Islam mempunyai organisasi Islam tapi mandul. Punya persatuaan negara - negara Islam dunia ( OKI ) tapi miskin ketegasan. Umat Islam dijadikan tempat meluahkan nafsu duniawi mereka. Sampai kapan penghinaan ini akan terus terjadi? Kenapa yang selalu memulai permasalahan agama itu selalu pihak Barat?

Barat tak akan pernah mau dan redha atas kemajuan yang diraih oleh negara - negara Muslim. Dengan propoganda dan provokasi umat Islam akan dipecah belah. Contoh sederhana adalah kalau kita umat Islam tidak setuju dengan penghinaan filem itu maka akan timbul  penghancuran kedutaan, pemboman cinema ( bioskop ), merusak jalan dan sebagainya.

Maka ini akan mempengaruhi ekonomi negara, sebab banyak benda yang dibakar dan dihancurkan oleh pendemo yang geram dengan perilaku Barat atas umat Islam. Belum lagi kalau dilihat dari sisi politik, bahwa pendemo dari negara - negara Muslim yang menghancurkan jalan, mobil, motor, gedung dan sebagainya, menunjukan begitu lemahnya negara dalam mengawasi rakyatnya untuk menjauh dari sifat anarkis.

Maka daya jual diplomasi negara Muslim akan lemah di depan PBB dan dunia internasional.
Nabi tetap mulia walau pun mereka menghina. Mari bersatu umat Islam seluruh dunia dan kita terus waspada dari propoganda pihak Barat, tentu dengan cara jangan terprovokasi oleh konspirasi yang mereka selalu buat. Minta tolonglah kepada Allah, sebab konspirasi Allah lebih baik dari mereka.

Waalahu a'lam

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono bersama rombongan telah tiba di tanah air pada Ahad (30/9). Presiden mendarat sekitar pukul 05.15 WIB di landasan udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Presiden telah berada di New York, Amerika Serikat, selama delapan hari.

Ia menghadiri sejumlah agenda seperti sidang majelis umum PBB, pertemuan investor, hingga pertemuan G-17. Presiden Yudhoyono disambut sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II. Tampak Menkopolhukam, Djoko Suyanto; Menko Perekonomian, Hatta Rajasa; Mendagri, Gamawan Fauzi; Seskab, Dipo Alam; Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono; Kapolri, Jenderal Timur Pradopo

sumber : klik.

Seorang pejabat senior Israel, Sabtu (29/9), mengatakan pemerintah Yahudi memutuskan untuk mengusir pemain sepak bola Palestina dari Tepi Barat Sungai Jordan ke Jalur Gaza, setelah ia ditangkap. Zeyad Abu Ein, Direktur Jenderal Kementerian Urusan Tahanan Palestina, mengatakan kepada Xinhua pemain tersebut, Ibrahim Wadi, ditangkap pada Jumat, dalam perjalanan dari Kota Jenin di Tepi Barat ke Kota Bethlehem, tempat ia tinggal.

Wadi main di tim Palestina, Jabal al-Mukaber, antara Jerusalem dan Bethlehem. Menurut Abu Ein, Wadi ditahan bersama dua lagi pemain sepak bola --yang belakangan dibebaskan. Keluarga Wadi mulanya berasal dari Jalur Gaza. Namun, Abu Ein mengatakan penangkapannya dan keputusan untuk mengusir dia ke Jalur Gaza "adalah tindakan yang dikutuk dan ditolak", demikian laporan Xinhua.

Ditambahkannya, "Israel mesti membatalkan keputusan tersebut dan mengizinkan dia bermain sepak bola di Tepi Barat, yang berada di bawah kendali Pemerintah Otonomi Nasional Palestina." Pada April 2010, Israel mengeluarkan keputusan untuk mengusir setiap orang Palestina dari Jalur Gaza yang ditangkap di Tepi Barat karena menetap di wilayah itu tanpa izin keamanan Israel. Media Israel melaporkan keputusan tersebut memberi kebebasan kepada militer Israel yang menjaga beberapa penghalang jalan di seluruh Tepi Barat untuk menangkap setiap orang dari Jalur Gaza serta memaksa mereka meninggalkan Tepi Barat.

sumber :klik

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.