Latest Post

Penulis : Muhamad Yudha Al - Fikri

Semua channel TV penuh dengan pemberitaan tentang KPK terhadap tersangka kasus suap impor daging. Semua berita dari seluruh channel memberitakan kasus korupsi. Bahkan seakan tidak ada lagi berita  istimewa yang dibicarakan selain masalah KPK.

Paling menggemparkan adalah ketika KPK memberikan cap sebagai tersangka kepada petinggi partai PKS.

Ini berita luar biasa, semua orang terkejut bahkan menggelengkan kepala, ini berita betul atau hanya rekayasa media.

Partai yang mempunyai slogan " Partai Bersih " ternyata menimpa petinggi partai. Sebagaian masyarakat bertanya - tanya, apakah semua ini konspirasi luar negeri untuk menjatuhkan partai Islam yang tersohor ke"bersih"an-nya atau memang dia adalah seorang koruptor? Karena dia pun masih seorang manusia dan tidak luput dari dosa.
Tentu orang - orang di KPK disana bukan orang yang tidak berpendidikan, KPK pun punya data kuat untuk mengatakan ini tersangka atau tidak.

Partai yang berharap masuk tiga besar di 2014 menjadi suatu mimpi yang berat. Karena dilakukan oleh Presiden partai. Hidayat Nur Wahid menyampaikan,  " Bahwa ini akan mempengaruhi konstituen partai,".  Mendapatkan pembelaan dari partai dan mengatakan, " Itu kan masalah pribadi, bukan masalah partai,"

Berat atau ringat, cobaan mau pun peringatan yang dirasakan sekarang oleh partai PKS harus ditelan dan diterima dengan lapang dada.
Dunia politik bisa menjerat siapa saja yang berupaya bermain  "di bawah meja ", mau dia pakai celana jeans atau celana kain, berjanggut atau berkumis, tetap hukum di Indonesia mempunyai prosedur yang mesti dijalankan. Penjara adalah tempat peristirahatan terbaik buat para koruptor.

KPK masih terus berupaya dalam menjalankan tugas dengan sebaiknya, partai apa pun tetap wajib mengikuti proses yang telah ditetapkan KPK. Yang lucu itu adalah masih tidak bisa diterima oleh sebagian kader PKS yang cukup " fanatik" dan masih merasa bahwa itu hanya sebuah konspirasi. 

Padahal KPK kan independen tidak ada yang menunggangi KPK, bahkan sebelumnya kader Demokrat pun dikatakan tersangka, walau KPK didirikan oleh SBY.

Sebab penamaan tersangka itu bukan hal yang mudah, tidak mungkin kalau data yang tidak kuat KPK berani mengatakan orang itu " tersangka".
KPK memang sedang gencar menghabiskan semua koruptor, walau masih banyak skandal korupsi, moga  dikemudian hari korupsi di Indonesia bertahap semakin berkurang.

Apresiasi kinerja KPK selama ini yang bisa membuat investor makin tertarik untuk menanamkan saham di Indonesia sebab penanganan korupsi di negeri ini makin nampak baik.

Waallahu a'lam



Penulis : Muhamad Yudha Al - Fikri

Kemajuan selalu menjadi hantu buat sebuah masyarakat yang konservatif. Jadi terlihat bahwasanya kalau gedung pencakar langit itu semakin banyak maka dekadansi moral semakin menipis. Padahal itu sebuah teori yang tidak selamanya benar. Sebab kemajuan akan selaras dengan cita - cita masyarakat, Jika masyarakat mau menjadikan agama sebagai pondasi terkuat dalam sebuah kemajuan.

Islam tidak melarang suatu kemajuan, Islam tidak membenci peradaban. Barat bangga dengan kemajuan selama ini dan beralibi bahwasanya dengan cara meninggalkan agama maka peradaban akan lahir. Padahal itu asumsi yang salah dalam teori Barat selama ini. Kenapa mereka berpendapat begitu?
Sebab ketika masa the dark age Barat tidak merasakan manisnya beragama.

Agama adalah satu penyakit yang kronis yang mesti dihilangkan dari sisi kehidupan di Barat. Para pastur/ pendeta Kristen dijadikan Tuhan oleh mereka dan sangat dihormati oleh semua masyarakat Eropa. Jadi  ilmu pengetahuan yang diperoleh oleh para cendikiawan Barat yang belajar di negeri Muslim mereka memberanikan diri untuk terus belajar di negeri Muslim khususnya Andalusia dengan syarat kematian terus menantinya setelah pulang dari Eropa, Pastur takut kalau ada di masyarakat Eropa yang belajar di negeri Muslim maka akan nampak kesalahan yang selama ini dilakukan oleh para Pastur dalam membodohi masyarakat Eropa.

Pembunuhan adalah satu - satunya cara untuk menghilangkan ilmu dari bumi Eropa. Akhirnya berabad - abad lamanya Eropa dalam keadaan tersesat. Tidak ada cahaya ilmu yang menyinari mereka, sebab siapa yang belajar di negeri Muslim maka akan dibunuh. Jadi semua takut untuk melakukan perjalanan ke luar Eropa dalam menuntut ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan seperti mata air kehidupan yang terus dicari oleh para ilmuan Eropa dan penyiksaan adalah jalan yang mesti ditempuh oleh mereka. Ketika masa " عصر التنوير" masa (pencerahan)  disanalah ketahuan bahwasanya para tokoh agama dan petinggi gereja selalu menipu masyarakat Eropa.

Bahkan orang yang tidak mandi itu sesuatu yang hebat dan orang yang belajar itu akan dijauhi masyarakat, kalau kita perhatikan itu di luar akal manusia normal.
Mana mungkin orang yang tidak mandi dikatakan hebat dan orang yang belajar malah dijauhi masyarakat?
Bukankah Barat memang merasakan kebodohan yang luar biasa?

Islam menjunjung tinggi peradaban, Islam menghormati ilmu pengetahuan. Islam tidak akan pernah bersebrangan dengan kemajuan.

Waallahu a'lam

Penulis : Muhamad Yudha Al-Fikri

Identik kepemimpinan selama ini yang ada di negara Indonesia dan politik dunia umumnya adalah intruksi di belakang meja, maksudnya hanya menunggu laporan dari anak buah saja dan hanya menggunakan jari telunjuk  dalam segala urusannya.

Kalau seorang pemimpin, baik Gubernur atau pun Presiden masih meng-kelas-kan diri maka sangat sulit untuk memajukan daerah yang dipimpinnya. Presiden Indonesia beberapa minggu terakhir turun ke nelayan, moga ini awal bagus yang bisa dicontoh oleh semua Gubernur atau Bupati di seluruh Indonesia. 

Sebab tanpa turun ke masyarakat bagaimana bisa mencarikan solusi permasalahan yang ada. Negara Indonesia sudah terlalu lama merasakan pedihnya birokrasi sudah saatnya masuk dalam dunia down to earth.

Jadi pemimpin itu mesti ke bawah, perbanyak melihat dan mengkaji lebih dalam lagi sejarah Nabi Muhamad s.a.w. dalam memimpin. Seorang yang sangat disayangi oleh sahabatnya dan sangat disegani oleh musuh politiknya. 

Rasul lebih banyak ke bawah dibanding hanya intruksi saja, rakyat pun mengadu ke Rasul dari urusan dapur sampai urusan perang, semua ditanyakan ke Rasul. Jadi Rasul bisa menjadi tempat sandaran rakyatnya dalam memberikan solusi.

Rasul mencontohkan terlebih dahulu dengan sikap yang baik, memberikan tauladan yang baik untuk membuat satu komunitas yang baik. 
Jika pemimpin sudah disayang rakyatnya maka peradaban pun akan lahir dengan sendirinya.

Nabi adalah seorang visioner, seorang imajinatif dan seorang yang luar biasa. Satu dari sifat Nabi saja dari beberapa sifat yang dimilikinya contoh Jujur, Kalau ada pemimpin punya sifat itu saja maka rakyat akan suka, apalagi kita mengikut semua sifat Nabi yang ada, jangankan penghuni bumi, penghuni langit pun akan sangat menghormatinya. 

Yang selalu menjadi masalah adalah pemimpin di balik meja, dia hanya tahu info tentang sesuatu dari anak buahnya tanpa mengecheck apakah info itu betul atau tidak? Yang pastinya anak buah mempunyai slogan, 
" yang penting bapak senang, ".
Jadi kabar yang disampaikan ke pemimpin/ Bupati/ Gubernur/ Menteri/ Presiden itu kabar yang baik - baik saja padahal ketika dicheck dilapangan, apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi kalau pemimpin ingin membangun peradaban, lihatlah sejarah Rasulullah.
Kalau mau menjadi pemimpin yang disayangi rakyatnya, kajilah peradaban Nabiyullah

Waallahu a'lam



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.